85: Polisi Pastikan Berita Marak Penculikan di Lamongan Hoax

Diterbitkan Tanggal: 21 / 03 / 17

Kategori: | HOAX, JAWA TIMUR, NEWS, POLRI, TODAY |

Foto: Istimewa

NUSANTARAEXPRESS, JAWA TIMUR – Lagi-lagi berita hoax tentang kondisi di Lamongan menyebar di media sosial. Warga kini dibuat resah dengan kemunculan berita maraknya penculikan anak.

Kapolres Lamongan, AKBP Juda Nusa Putra memastikan kabar penculikan anak yang disebut marak terjadi, merupakan berita bohong. Polisi menduga berita tersebut menyebar pada Kamis (16/3) melalui Facebook dengan judul tulisan “Di Lamongan Marak Penculikan Anak Balita”.

“Kami menengarai kalau berita palsu ini menyebar sejak Kamis (16/3) sore dari sebuah situs dan diposting di facebook,” kata AKBP Juda, Selasa (21/3/2017).

Polisi sudah menemukan situs yangmenulis kabar yang meresahkan masyarakat tersebut. Berita penculikan anak balita tersebut dibagikan sebanyak 55 kali dan menandai 34 akun media sosial lainnya.

“Selain memuat berita penculikan anak balita, akun tersebut juga mengunggah gambar selebaran yang berisi pengumuman tentang kewaspadaan pada penculikan anak usia 1 hingga 12 tahun,” katanya.

Dalam situs itu disebutkan penculik anak menyamar sebagai Penjual Om telolet, orang gila, ibu hamil dan pengemis. Tapi berita hoax itu tidak menuliskan waktu, korban dan lokasi penculikan.

Polisi melalui unit Intelkam Lamongan mencoba mengontak pemilik situs. Namun tidak ada respons dan akun juga error.

“Berita ini yang kemudian membuat warga menjadi resah dan memperkeruh suasana serta membuat masyarakat mudah curiga terhadap orang lain,” terangnya.

Polisi tengah mencari pihak yang menyebarkan kabar bohong ini. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan isu yang belum tentu kebenarannya dan menggunakan media sosial dengan baik.

“Pihak kepolisian akan terus melakukan pembinaan dan penyuluhan serta meluruskan berita terkait isu tersebut,” ujar Juda. (fdn/fdn)[detik.com][MEG]

         

(Visited 52 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!