425: Dana ADD TA. 2012 Infrastruktur Diduga SPJ Fiktif, Kepala Desa Tanjung Padang Layak Dipolisikan

Diterbitkan Tanggal: 09 / 06 / 17

Kategori: | BERITA DESA, NEWS, RIAU, TODAY |

 

NUSANTARAEXPRESS, MERANTI – Berawalnya pada tanggal 09 April 2015 Desa Tanjung Padang telah di adakan acara serah terima jalan Poros Desa Tanjung Padan dan Desa Putri Puyu oleh Pihak PT.RAPP, kemudian pada kesempatan acara serah terima tersebut masyarakat Tanjung Padang dan Desa Putri Puyu yang selama ini ada informasi-infomrasi yang miring terkait kabel listrik yang ada di Desa Tanjung Padang, bahwa kabel listrik dengan ukuran panjang 14 Km tersebut bukan anggaran dari ADD (Alokasi Dana Desa) melainkan bantuan dari PT. RAPP kepada Masyarakat Desa Tanjung Padang dan Desa Putri Puyu yang sebelumnya belum berpisah dari Desa Tanjung Padang. Sehingga pada waktu itu masyarakat antar dua Desa tersebut berinsiatif menanyakan kepada Pihak Manajemen PT. RAPP yang pada saat itu ada di acara serah terima Jalan Poros tersebut, sementara menurut masyarakat Desa Tanjung Padang alangkah terkejut ketika pihak manajemen perusahaan PT. RAPP menjelaskan bahwa kabel listrik yang selama ini di ketahui masyarakat antar dua Desa itu adalah bantuan dari perusahaan PT. RAPP yang selama ini beroperasi di Pulau Padang, bukan dari dana ADD (Alokasi Dana Desa).

Menurut sumber infomasi, “Padahal setaunya kami masyarakat Desa Tanjung Padang yang waktu itu masih tergabung dengan Desa Putri Puyu telah sepakat untuk pembelian kabel listrik tersebut dengan menggunakan anggaran ADD (Alokasi Dana Desa) pada tahun 2012, sehingga pada waktu itu kami terdiri dari 6 (enam) dusun tidak merasakan Dana Infrastruktur karena sudah ada kesepakatan untuk pembelian Kabel Listrik tersebut”.

Ditambahnya lagi “Kami atas nama masyarakat Tanjung Padang dan Desa Putri Puyu terdiri 6 (Dusun) pernah menyurati yang disertai dengan bertanda tangan meminta Kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas PMD Kep. Meranti dengan harapan agar ditindaklanjuti permasalahan ini sesuai dengan hukum yang berlaku, surat masuk pada Tahun 2015. Ironisnya sampai saat ini pun belum kami dapatkan kepastian yang jelas dari Pemerintah maupun Penegak Hukum”.

Menanggapi Pak Kades Desa Tanjung Padang ABUSUFYAN, M. Rafi Ketua LSM TPK (Tim Pencari Fakta dan Keadilan) Kep. Meranti di ruang kerjanya kantor Jl. Pemuda Setia Banglas sangat kesal atas kejadian dugaan aroma korupsi Kades Tanjung Padang tersebut. Menurut M. Rafi hal ini tidak bisa dibiarkan karena apabila di biarkan ini akan berdampak sangat kurang baik di tengah masyarakat Umum  Ny Masyarakat Kep. Meranti.

“Seharusnya sebagai Kepala Desa yang di beri amanah dan kepercayaan oleh masyarakat bisa bersikap adil dan bijaksana, bukan justru sebaliknya membuat timbul gejolak di tengah masyarakat”.

Ditambahnya lagi M. Rafi “Pihaknya akan menelusuri, untuk saat ini tahap menghimpun data dan mudah-mudahan dalam waktu yang dekat ini kita sudah bisa mempersiapkan data berkas untuk dilaporkan ke Pihak yang berwenang”. M. Rafi mengakhiri pembicaraannya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Padang ABUSUFYAN saat dihubungi RIAUEXPRES.COM dengan nomor kontak Hp. 08126855xxx beberapa waktu yang lalu mengakui adanya kejadian tersebut.

“Tapi Pak’ saya sudah ganti dengan pekerjaan yang lain, Jalan “Gang” kata Pak Sang Penguasa di Desa Tanjung Padang yang doyan kalau ke Selatpanjang nginap di Purama Hotel.

Berita Bersambung

[M. Rafi][*red]

         

(Visited 110 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!