636: Seragam Siswa Baru di SMPN 2 Mandau Diduga Dijadikan Ajang Bisnis

Diterbitkan Tanggal: 06 / 07 / 17

Kategori: | NEWS, PENDIDIKAN, RIAU, TODAY |

Bukti Kwitansi Pembuatan Pakaian Seragam Siswa Baru

NUSANTARAEXPRESS, MANDAU  – Meskipun adanya aturan baru dari dinas pendidikan tentang tidak diperbolehkannya lagi sekolah mengelola baju sekolah, hal ini tidak membuat pihak sekolah takut untuk melanggar aturan tersebut. Seperti dugaan yang dilakukan oleh pihak SMPN 2 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang telah menjadikan baju sekolah sebagai ajang bisnis untuk meraup keuntungan, Kamis (6/7).

Informasi yang di terima awak media dilapangan pada saat pendaftaran ulang siswa baru di SMPN 2 Mandau, Kamis(6/7) menerangkan bahwa “Setelah para siwa dinyatakan diterima di SMPN 2 Mandau pihak sekolah langsung mengarahkan para wali murid untuk menjahit baju sekolah kepada salah satu tukang jahit yang diduga sudah ada kerjasama.

Dalam informasi tersebut juga berkembang tentang adanya pihak sekolah  SMPN 2 Mandau meminta kwitansi pembayaran lunas dari penjahit untuk dilampirkan pada formulir pendaftaran ulang anak. Berdasarkan keterangan itulah diduga pihak sekolah SMPN 2 Mandau terkesan masih ikut campur tangan terhadap seragam sekolah.

Hal ini tentunya menjadi bahan cerita di tengah masyarakat ternyata  aturan baru dari dinas pendidikan tentang sekolah tidak dibenarkan lagi mengelola baju sekolah banyak yang tidak mengindahkan. Apakah dalam hal ini sanksi yang diberikan lemah atau sekedar himbauan saja?.

Kepala sekolah SMPN 2 Mandau Derita Ketika dikomfirmasi awak media beberapa hari yang lalu terkait adanyanya peran serta sekolah dalam penunjukan penjahit mengatakan “Saya tidak ada mengarahkan wali murid menjahit baju disuatu tempat,dan itu terserah dengan wali murid sendiri”, umgkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura ketika dikomfirmasi terkait dugaan adanya campur tangan pihak SMPN 2 Mandau tentang penjahit baju sekolah mengatakan “Ya, Masalah pakaian memang delematis, akan tetapi saya juga sudah mengingatkan kepada sekolah agar jangan di koordinir penjahitan baju”.

“Untuk masalah di SMPN 2 Mandau tentang adanya campur tangan dalam penjahitan baju saya sudah tanyakan ke Kaseknya dan kasek juga mengatakan bahwa baju tidak di koordinir. Artinya hal itu sah-sah aja siswa mau jahit dimana”, ungkap Kadisdik. [iwan][*red]

         

(Visited 1.247 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!