641: Oknum Keamanan Hotel Allium Tangerang Hambat Kerja Jurnalis

Diterbitkan Tanggal: 07 / 07 / 17

Kategori: | NEWS, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, TANGERANG –  Setelah beberapa waktu menunggu keterangan terkait pencekalan terhadap belasan Wartawan dari berbagai Media yang hendak meliput, dalam acara Partai Demokrat beberapa pekan lalu, dengan tajuk silahturahmi dan buka puasa bersama, yang diselenggarakan oleh Anggota Dewan DPR RI Fraksi Demokrat dari dapil Banten, Rabu (21/06/17) Sore.

seperti diketahui, hadir pula dalam acara tersebut, Prof.Dr.H.Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat beserta Ibu Ani Yudhoyono, dan beberapa Pengurus Pusat, Provinsi dan Daerah.

Ada pun tamu undangan yang hadir pada perhelatan tersebut, antara lain, Gubernur Banten H.Wahidin Halim M.Si dan Walikota Tangerang H.Arief R Wismasyah, beserta tamu undangan lainnya.

Akhirnya, pihak Allium Hotel yang beralamat Jln.Benteng Betawi No.88 Kota Tangerang yang diwakili oleh saudara Devi selaku Manajemen Keuangan dan saudara Kabit selaku Koordinator Keamanan Hotel Allium tersebut, pada Kamis (06/07/17) menerima dan memberikan keterangan kepada pihak perwakilan Wartawan yang mencari konfirmasi lanjutan.

Sekedar catatan, Kabit selaku koordinator Keamanan Allium Hotel yang pada saat kejadian dirinya ditugaskan menghalau para Awak Media untuk meliput perhelatan tersebut, karena mengaku mendapat instruksi dari pihak Walikota Tangerang yakni Arief R Wismansyah agar tidak mengizinkan wartawan masuk untuk meliput, disebabkan pihak Walikota Tangerang sudah membawa media sendiri dan informasi tersebut didapatnya via WhatsApp pribadi Kabit.

Demikin pernyataan Kabit pada saat insiden pencekalan berlangsung, yang dalam pemberitaan Awdi News Online pada Rabu (21/06/17), disebut dengan Mr x.

“Maaf untuk Wartawan tidak boleh masuk, karena sudah ada instruksi dari pak Walikota, ini ada WhatsApp nya, karena pak Walikota sudah membawa media sendiri.” Ujarnya, Mr x.

Seperti diketahui, Walikota yang dimaksud Mr x (Kabit) kala itu, adalah mengarah kepada penyebutan nama Arief Walikota Tangerang, yang didengar langsung oleh para Wartawan yang dihalaunya.

Namun pada perjalananya, setelah mendapat konfirmasi lanjutan, Kabit mengaku kepada perwakilan Wartawan bahwa instruksi pencekalan tersebut, didapat melalui WhatsApp dari Yoga selaku Sales dari pihak penyelenggara.

“Informasi yang saya dapat dari pak Yoga selaku Sales penyelenggara acara, bahwa instruksinya melalui WhatsApp, tidak memperkenankan media untuk meliput, karena pihak panitia sudah membawa media sendiri.” Terangnya.

Hal ini sangat bertolak belakang dari pernyataan Kabit sebelumnya, pada saat pencekalan para Jurnalis, waktu berlangsungnya acara Partai Demokrat, Kabit Berkata kepada para Wartawan yang dikutip dengan. “instruksi dari bapak Walikota”.

Dalam pertemuan yang bertempat diruang penerimaan tamu Allium Hotel tersebut, perwakilan Wartawan dari beberapa Media yang berjumlah 4 orang tetep di sambut dengan baik, namun tidak disuguhkan apa-apa selayaknya tamu yang mendapatkan hidangan ala kadarnya dari tuan rumah.

pembahasan, penegasan lanjutan yang belangsung hampir sekitar dua jam itu, diwarnai dengan debat kecil, karna berawal dari pengakuan Kabit yang mengaku pernah bekerja sebagai wartawan di stasiun TV, seperti di Global TV dan MNC TV. namun kemudian langsung disanggahnya, ketika salah seorang Wartawan menanyakan perihal ketidak tahuan Kabit mengenai Undang-Undang Pokok Pers No 40 tahun 1999. dan Kabit hanya mengaku pernah menjadi Bodyguard di salah satu Stasiun TV.

Dari komfirmasi yang berbelit-belit, akhirnya pihak perwakilan Wartawan pun memutuskan untuk berpamitan, guna memberi keterangan kepada rekan-rekan wartawan lain yang sudah lama menunggu untuk meminta penjelasan.

Namun harap diketahui, sebelum meninggalkan Area, Kabit menyampaikan permeminta Maafnya, melalui lisan kepada para perwakilan Media yang merasa dihambat olehnya.

Hingga berita ini diturunkan, para Wartawan yang mewakili Media atau Redaksi masing-masing, tetep tidak bisa menerima pencekalan yang dilakukan oleh Oknum Karyawan Allium Hotel tersebut, karena lantaran perbuatan Kabit yang dinilai telah merugikan pihak Wartawan yang mewakili Perusahaa Media, yang harusnya mendapat berita namun menjadi tidak, serta permintaan maaf Kabit yang hanya melalui lisan dianggap kurang tepat, apalagi itupun hanya melalui perwakilan Wartawan.

Kemudian, karena dinila merugikan dan dianggap telah merampas hak atas kebebasan pers, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, maka apabila diperlukan!, Perusahaan Media yang merasa dirugikan atas ketidak dapatan peremberitaan yang dimaksud, bisa menempuh upaya hukum. Sesuai hukum yang berlaku di Negeri ini, sebab disinyalir ada aroma pidana yang dilakukan Oknum Karyawan Allium Hotel, dengan Mencatut nama Walikota Tangerang untuk dalih menghalang-halangi Wartawan. [Kosasih/Tim][*red]

         



(Visited 60 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!