Amir S.: “Saber Pungli Harus Awasi Pengadaan Barang Jasa di Bengkalis”

Diterbitkan Tanggal: 08 / 07 / 17

Kategori: | RIAU, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS – Beredar di Media Sosial (Medsos) di Facebook (FB), dalam grup Bengkalis Breaking News, ada sebuah Akun dengan nama Alfredo Bengkalis telah memposting, bahwa proyek di Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2017 ini, telah dikotori dengan unsur suap menyuap.

Postingan dari akun Alfredo Bengkalis ini pada tanggal 04/07/17 pukul 15.13 WIB kemarin itu, dengan gamblang menjelaskan, meminta pendapat para pengguna jejaringan sosial Favebook, terkait persoalan setoran proyek tender di Unit Layanan Pelelangan (ULP), dan Petunjuk Langsung (PL)  di Pemkab. Bengkalis tahun anggaran 2017 ini.

Demikian postingan akun Alfredo Bengkalis dalam jejaringan Medsos Facebook di grup Bengkalis Breaking News kemarin, yang telah telah dilike lebih dari 60 akun, dan sejumlah komentar dengan berbagai argumen, yang kebanyakan komentar tersebut, menyetujui postingan akun Alfredo Bengkalis.

Alfredo Bengkalis: “Informasi yang beredar, paket PL di Bengkalis harus stor 20%, terus ditambah PPN/PPH 12%, udah 32%, mana lagi untung rekanan kecuali tipu2. Terus paket lelang setoran bervariasi 10-15%. Macam jual kacang goreng aja paket di Bengkalis. Lantas macam-mana kwalitas proyeknya??,,apa betul informasinya seperti diatas kawan2 facebooker ?…

Terkait hal ini, Ketua DPD PEKAT-IB Kab. Bengkalis, Amir Syahrudin meminta pada Saber Pungli Polda Riau untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Meskipun hanya di jejaring sosial, namun bisa dijadikan acuan untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi.

“Sayapun setuju dengan pernyataan seseorang di Facebook tersebut, sebab memang rumor suap meyuap dalam mendapatkan proyek di Kab. Bengkalis pada tiap tahunnya terus bermunculan, namun persoalannya tidak pernah terungkap”, ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (08/07/17).

Menurut Amir, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya dugaan suap menyuap dalam proses pembangunan di Kab. Bengkalis, seperti pihak rekanan yang tidak berani untuk membongkarnya. Lantaran kita duga takut nantinya tidak mendapatkan proyek.

“Kedua, saya kira pihak intelijen penegak hukum kurang melakukan pengawasan, sehingga rumor suap menyuap dalam pengadaan barang dan jasa di Kab. Bengkalis terus timbul dipermukaan pada tiap tahunnya, yang tidak pernah terungkap”, tambah Amir.

Oleh karena itu, pintanya, Saber Pungli yang telah dibentuk, segera untuk lakukan action, agar dugaan suap menyuap dalam pengadaan barang dan jasa di Kab. Bengkalis dapat terungkap, bukan sebatas rumor saja. [bp][*Red]

Baca Link: 
         

(Visited 31 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!