Bobson S.H: “Dukungan Masyarakat Terkait Mengungkap Bansos 2012 Bengkalis Bukan Dari Lawan Politik”

Diterbitkan Tanggal: 09 / 07 / 17

Kategori: | NEWS, RIAU, TODAY |

Bobson Samsir Simbolon, S.H

NUSANTARAEXPRESS, MANDAU – Terkait dengan terungkapnya kasus BANSOS tahun 2012 yang melibatkan beberapa orang baik dari Legislatif dan eksekutif merupakan hal yang sangat ironis dan sekarang masih menyisakan riak-riak dan membuat masyarakat semakin penasaran dengan munculnya beberapa nama dalam kasus ini, seperti SA, DP, MR, Yd, HW (terdakwa-red), dan AM.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa Untuk nama-nama anggota DPRD Bengkalis yang terlibat sesuai urutan nama temuan dari BPK-P,  Jamal Abdillah, Hidayat Tagor Nasution,Rismayeni, Purboyo, Tarmizi, dan sekarang sudah vonis Pengadilan.

Berita Terkait : Korupsi Bansos Bengkalis 2012, 5 Mantan Anggota DPRD, Kini Masih Hirup Udara Bebas

Terkait Korupsi BANSOS 2012 sepertinya semakin hangat dibincangkan dan dibicarakan, dan bahkan menjadi viral di Media Sosial Facebook.

Terkait hal ini, Bobson Samsir Simbolon S.H, dalam Press Releasenya di Media Sosial, secara gamblang beliau mengatakan.

“Dugaan Korupsi Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis saat ini telah menjadi perhatian Masyarakat, khususnya para pegiat Anti Korupsi. Banyaknya dukungan berbentuk pernyataan dan pendapat, janganlah hendaknya disimpulkan sebagai suatu sikap tendensius dan bentuk serangan dari lawan Politik, sebab Pemberantasan Tindakan Korupsi sudah menjadi salah satu Komitmen Bangsa kita yang telah bertahun-tahun dijalankan di Negara ini, baik oleh KPK, KEJAKSAAN, POLRI dan Masyarakat. Dugaan Tindak Pidana Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis bukanlah suatu hal yang mengada-ngada atau yang sengaja gosipkan, hal tersebut memang benar adanya bahkan beberapa Terdakwa sudah diputus perkaranya dan sudah berkekuatan hukum tetap. Jadi, bilamanapun banyak pernyataan dan pendapat dari kalangan masyarakat yang menyoroti proses hukum Dugaan Korupsi Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis, hal itu adalah bentuk dukungan dari masyarakat kepada Pemerintah untuk memberantas segala bentuk Tindak Pidana Korupsi yang telah menyesengsarakan anak–anak Bangsa”.

Berita Terkait : Berikut Ungkapan Kapolda Riau Irjen. Zulkarnain, Soal Korupsi Bansos Bengkalis 2012

Bobson melanjutkan “Jika bicara mengenai hasil Audit BPKP Riau yang menjadi dasar ditentukannya adanya Kerugian Keuangan Negara dalam Dugaan Korupsi Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis, maka saya mengacu kepada MoU (Nota Kesepahaman) tertanggal 28 Oktober 2007 yang ditandatangani oleh KEJAGUNG, KAPOLRI dan Kepala BPKP RI. Dalam pasal 4 ayat (2) dan (4), kemudian pasal 5 telah menerangkan bahwa Audit Investigatif yang dilakukan oleh BPKP harus melalui tahapan Kordinasi dan permintaan dari Penyidik. Artinya, Audit Investigatif yang dilakukan oleh BPKP Riau terhadap Dugaan Korupsi Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis bukanlah dilakukan begitu saja tanpa ada Kordinasi dan permintaan dari Penyidik yang terkait, segala bentuk Audit yang dilakukan oleh BPKP Riau itu sudah melalui Kordinasi dan berdasarkan permintaan Penyidik, bahkan data dan informasi yang digunakan untuk memulai Audit Investigatif adalah data yang bersumber dari Kordinasi dan tukar informasi dengan Penyidik. Jika demikian, maka Hasil Audit BPKP Riau terhadap Dugaan Korupsi Dana BANSOS 2012 Kab. Bengkalis bukan menjadi kendala lagi dalam proses Penyidikan, justru menjadi salah satu alat bukti yang membuktikan adanya Kerugian Keuangan Negara. Namun, tidak ada salahnya masyarakat menanyakan kembali kepada BPKP Riau, apakah benar hasil audit investigatif tersebut muncul dari audit yang tidak menggunakan data yang valid atau tanpa bukti yang valid, sehingga Penyidik kesulitan untuk mengumpulkan alat bukti atas Hasil Audit Investigatif tersebut”. [*red]

Bersambung…

         



(Visited 3.773 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!