Program RSLH Pemprov. Riau Belum Sentuh Warga Miskin

Diterbitkan Tanggal: 22 / 07 / 17

Kategori: | RIAU, TODAY |

Tokoh Masyarakat Kabupaten Bengkalis, Reza Pahlefi.

NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada tahun 2017 ini, baru melaksanakan program Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) untuk masyarakat di Riau sebanyak 2017 unit rumah, yang dibagikan pada Kabupaten/Kota sebanyak 180-200 unit tiap Daerah.

Namun sayangnya, pembangunan rumah untuk masyarakat miskin sebagai program Pemprov. Riau ini, nilai masih setengah dalam melaksanakannya. Sebab masih ada item yang harus disediakan oleh warga yang menerima bantuan tersebut.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis Reza Pahlefi, bahwa program dari Pemprov Riau tersebut, tidak benar-benar menyentuh pada masyarakat miskin. Karena masyarakat ini masih dibenani dengan item yang tidak dianggarkan dalam bantuan rumah layak huni.

“Ini yang perlu disayangkan, terutama untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya Pulau Bengkalis dan Rupat. Seharusnya jika ada bantuan rumah dari Pemerintah, item anggaran untuk terocok juga harus ada, sehingga warga yang mendapatkan bantuan rumah tersebut, tidak terbebani soal dana lagi, “ungkap Mantap Wakil Bupati Bengkalis ini, Sabtu (22/07/17).

Sebab, tambah pria yang juga mantan Ketua DPRD Bengkalis ini, dia mengaku telah mendapatkan laporan dari warga Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, bahwa tahun ini ada warga disana menerima bantuan rumah layak huni dari Pemprov. Riau.

“Tapi, warga yang menerima bantuan rumah itu, masih terbebani mengadakan terocok, sebab dalam pembangunan bantuan rumah tidak ada anggaran pembelian terocok. Sedangkan kalau rumah di Bengkalis pondasi tidak pakai terocok, maka bangunan tersebut tidak akan tahan lama, dengan kondisi tanah gambut yang labil, “jelas Reza.

Oleh karena itu, pria yang menguasai bidang politik dan birokrasi ini berharap pada Pemerintah, kedepan jika masih ada program rumah layak huni untuk warga miskin lagi, untuk memasukkan anggaran pengadaan terocok, agar masyarakat yang susah tidak terbebani lagi dengan bantuan tersebut.

“Artinya, jika memang tujuan untuk memberikan bantuan dalam mensejahterakan masyarakat jangan tanggung-tanggung. Cukuplah masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah itu, terima bersih tanpa harus terbebani dengan biaya lagi. Sebab mereka sudah susah, masa masih akan dibenani dengan kesusahan lagi, gara-gara menerima bantuan rumah dari Pemerintah”, tutupnya. [bp][*red]

         



(Visited 219 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!