Melirik Lokasi Tugu Juang 45 Lobusona, Dari Lokasi ‘Liar’ Hingga Menjadi Objek Wisata

Diterbitkan Tanggal: 11 / 10 / 17

Kategori: | PARIWISATA, SUMATERA UTARA, TODAY |

Lokasi Tugu Juang 45 Lobusona Rantauprapat saat diabadikan dari atas.

NUSANTARAEXPRESS, RANTAU PRAPAT – Tugu Juang 45 Lobusona Rantauprapat, terletak disekitaran Kelurahan Lobusona, Kabupaten Labuhanbatu. Bangunan itupun berjarak sekitar 15 menit dari kota Rantauprapat.

Disana dapat kita temukan sebuah Prasasti/Tatengger yang menuliskan bahwa dilokasi itulah berdiri kantor Pemerintahan Militer wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

Tergambar dibenak, jika masa itu merupakan pase perjuangan mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia.

Mengingat itu, dimasa Bupati Labuhanbatu, H. Banua Ispensyah Rambe dan Ketua Dewan Hatian Cabang 45, Djalaluddin Pane, Tatengger dan Tugu Juang pun diresmikan pada 6 Agustus 1996.

Seiring waktu, Tugu Juang 45 Lobusona dengan kontruksi bangunan beton berukuran sekitar 12 X 12 meter serta Tatengger sekitar 100 X 80 centimeter, jadi ikon di Rantauprapat.

Perawatan demi perawatan terus dilakukan DHC Angkatan 45 Lobusona. Pemerintah tidak tinggal diam. Untuk memastikan semua tertata rapi, juga dibangun rumah penjaga.

Belakangan tahun, pemerintah terkesan kurang memperhatikan pembiayaan. Jalan yang dahulunya mulai terkelupas dan nyaris dipenuhi lubang disana-sini.

Semak belukar pun hampur memenuhi badan jalan. Puluhan batang pohin kelapa sawit yang dijadikan sumber pembiayaan, juga kurang memenuhi kebutuhan biaya untuk pelestarian bangunan bersejarah itu.

Hingga akhirnya kondisi klimaks dengan banyaknya oknum tidak bertanggungjawab menjadikan sekitaran lokasi Tugu Juang 45 Lobusona sebagai sarana kegiatan ‘liar’ yang bertentangan dengan hukum.

Namun, pihak DHC Angkatan 45 tidak kehilangan akal. Pun begitu, masih tetap dilakukan tindakan ‘liar’ saat petugas tidak ada. Secara sembunyi dan brutal, kelompok orang menjadikannya sebagai lokasi primadona.

Seperti halnya beberapa bulan lalu, komunitas masyarakat tergabung di Gerakan Masyarakat Labuhanbatu (Gemala) dan sejumlah insan Pers, berkunjung ke Tugu Juang 45 Lobusona.

Setelah berkeliling hingga memandang Bukit Barisan, pegiat dengan temuan benda diantara semak belukar yang sebahagiannya sudah dibersihkan.

Kondom, celana dalam, berbagai jenis botol minuman keras, goni, koran serta alat hisab sabu-sabu (bong) didapat dari sejumlah lokasi.

Beranjak dari itu, terbersit niat Gemala melakukan perubahan disana. Setelah berkoordinasi dengan pengurus DHC 45 Lobusona, Bupati Labuhanbatu, Dandim 0209/LB dan lainnya, gerakan perubahan dilakukan.

Pertengahan September 2017, Gemala memulai gerakan dengan membangun satu sarana selfie seperti panatapan. Daerah berbukitan lumayan indah dijadikan objek foto-foto pemandangan.

Terbangun satu, belakangan dan hingga kini, diperkirakan puluhan spot foto-foto alam. Adanya wahana bermain anak semakin membuat lokasi Tugu Juang 45 Lobusona kian ramai dikunjungi.

Suport dalam bentuk moral hingga materi pun tidak dapat dipungkiri, walau Gemala tetap sebagai landasan dasar. Dengan niat lokasi Tugu Juang 45 Lobusona tidak lagi daerah ‘liar’, gerakan masyarakat itu masih berlanjut.

“Terima kasih atas dukungan Bupati, Dandim 0209/LB, Kapolres, KNPI bung Hamzah, Forum Literasi, warung Belut Ana serta rekan-rekan yang mungkin belum tersebutkan,” ujar Amin Wahyudi Harahap selaku Ketua Umum Gemala.

Khusus kepada pemerintah, Amin Wahyudi memberikan apresiasi atas pembangunan jalan menuju lokasi sejarah itu. “Kita apresiasi pengaspalan jalan ke Tugu Juang 45 Lobusona,” tambahnya.

Sementara, Ketua Harian Gemala, Nasir Wadiansyan atau akrab disapa Lacin menambahkan, mereka tidak berhenti menciptakan kreasi baik wisata sejarah maupun edukasi.

“Ada juga yang nyumbang alat shalat, terima kasih buat semuanya, termasuk rekan-rekan LSM dan Pers yang perduli. Niat kami hanya ingin merawat tugu dengan cara seperti ini,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DHC Angkatan 45 Labuhanbatu, Letkol Inf (Purn) Bahari Hasibuan sebelum meninggal dunia ketika ditemui Gemala, sempat memberikan wasiat agar merawat Tugu Juang Lobusona sebaik mungkin.

“DHC Angkatan 45 merasa bersyukur kepada Gemala karena telah menjaga dan memeliharanya untuk dibuat rekreasi. Karena selama ini dijadikan tempat indehoy,” sebut Lacin sembari mengingat pertemuan terdahulu itu.

Pak Bahari (alm) saat didamping H Hakim Lubis dan Syam Hasri, sambung Lacin menerangkan akan berdosa jika lokasi tersebut dijadikan tempat perbuatan yang tidak baik.

Amatan dilokasi, Tugu Juang 45 Lobusona dan sekitarnya, kini ramai dikunjungi ratusan masyarakat berbagai daerah setiap harinya. Selain itu, belasan warga dapat diberdayakan disana. Selamat buat Gemala. [Tim]

         

(Visited 1.488 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!