SPTD Kecamatan Pinggir: “Biarlah Proses Hukum Berbicara”

Diterbitkan Tanggal: 11 / 10 / 17

Kategori: | RIAU, TODAY |

Robert Simangunsong, Ketua Serikat Pekerja Transport Darat Kec. Pinggir

NUSANTARAEXPRESS, PINGGIR – Kisruh yang menimpa Serikat Pekerja Transport Darat (STPD) Kec. Pinggir selaku organisasi Serikat Pekerja yang sah secara hukum sepertinya belum juga berujung kepada hasil  yang memuaskan. Terkait isu pengambil alihan pekerjaan angkutan dibeberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau membuat organisasi yang diketuai oleh Robert Simangunsong ini harus menelan pil kina. Proses hukum yang sudah dilalui di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi (PT) Medan membuat SPTD Kec. Pinggir ini semakin tegar dan kokoh.

Terkait perselisihan yang timbul dengan isu pengambilalihan pekerjaan, yang sudah melalui beberapa mediasi oleh pihak terkait, namun hasilnya masih juga nihil.

Jelas Robert Simangunsong kepada awak media Selasa (10/10/17) sekira pukul 19.20 Wib melalui pesan Washapps (WA) menjelaskan, “Sebenarnya kami bukan ingin mengambil alih pekerjaan bongkar muat di beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Kecamatan Pinggir. Namun kami ingin meluruskan segala permasalahan yang timbul, dan siapa sebenarnya yang berhak untuk melakukan pekerjaan ini. Saya sendiri selaku Ketua SPTD Kec. Pinggir Tahu benar bagaimana kronologisnya dan inilah yang akan kita luruskan. Pada intinya, sekali lagi kami tegaskan. Kami tidak ingin melakukan hal-hal yang diluar hak”.

Masih Robert “Terkait mediasi, sudah dilakukan oleh pihak Kecamatan Pinggir, namun tidak menghasilkan sebuah kesepakatanpun. Bahkan masalah ini berujung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Tinggi (PT) Medan, namun karena kami benar dan SPTD lah yang memenangkan perkara ini. Sambil kita menunggu hasil dari Mahkamah Agung, agar kita tahu yang sebenarnya. Siapa yang benar dan siapa yang salah sesuai dengan proses hukum. Terkait hal ini, kami hanya tinggal menggu inkracht dari Mahkamah Agung”.

“Kalau harapan kami sebenarnya ya sangat sederhana, kalau memang itu hak kami ya saya pikir tidak perlu harus dipertahankan oleh pihak lain. Dan saya pikir, ini juga karena kesalahpahaman saja. Tapi dari keputusan Mahkamah Agung nanti bisa kita lihat. Jujur, permasalahan ini seharusnya tidak terjadi, tapi bagaimanapun seharusnya sambil menunggu Inkracht dari pihak terkait bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang bisa disepakati bersama secara musyawarah”. Jelas Robert kepada awak media”.

Terakhir, beliau mengatakan  “Sikap PT. Semunai Sawit Perkasa (PT.SSP), selaku perusahaan mitra dengan Serikat Pekerja, sampai saat ini tidak mau bekerjasama dengan SPTD selaku Serikat Pekerja yang sah dimata hukum”.

“Biarlah Proses Hukum Berbicara”, Jelas Robert pada saat komunikasi melalui Sellulernya.

PT. Semunai Sawit Perkasa (PT.SSP) melalui Humas, Terkait kisruh yang terjadi pada Serikat Angkutan Bongkar Muat, melalui pesan WA, Rabu (11/10/17) sekira pukul 08.05 Wib mencoba untuk mencari kebenarannya, namun sampai berita ini dinaikkan belum juga ada keterangan dari pihak perusahaan.

Akhirnya sekira pukul 09.20 Wib, pihak Perusahaan dapat komunikasi melalui sellulernya, dalam komunikasi ini, Beny sebagai Humas dan perpanjangan dari pihak Management mengatakan “Intinya kami dari perusahaan akan memberikan peluang kerjasama kepada siapapun dan bermitra, termasuk serikat pekerja. Kami akan tunduk kepada peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan. Dan tentunya kami akan bekerjasama dengan serikat serikat pekerja yang memang keabsahannya dan kevalidannya berpijak kepada aturan yang sah. Siapapun dia, kami akan membuka peluang kerjasama itu”. jelas Beny kepada awak media.

Beny menambahkan “Menyikapi kisruh yang ada, antar serikat buruh dan kebetulan ada kaitannya dengan perusahaan kita, kami tidak mau berpihak kepada salah satu serikat pekerja, namun kami akan tetap netral dan berpijak kepada aturan”.

Menyikapi kisruhnya serikat pekerja sampai ke pengadilan, Humas PT. SSP ini mengatakan, “Siapapun nantinya yang dinyatakan benar d alam konsep hukum, ya kami akan bisa bekerjasama”. Jelas Beny mengakhiri pembicaraan. [Tim-*red]

         



(Visited 345 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!