1862: Pembentukan Densus Antikorupsi, Kewenangan Akan Seperti KPK ?

Diterbitkan Tanggal: 16 / 10 / 17

Kategori: | JAKARTA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Jajaran Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gelar rapat dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (16/10/17).

Terkait hal itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan lembaganya berharap dapat melakukan koordinasi dengan DPR dan aparat penegak hukum lainnya, sehubungan dengan pembentukan Detasemen Khusus Anti korupsi yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

“Mudah-mudahan kami (bisa) berkoordinasi nanti, “ujar Agus di Gedung DPR, bersama pimpinan lainnya, Saut Situmorang, Laode Muhammad Syarif, Alexander Marwata, dan Basaria Panjaitan tadi.

Wacana pembentukan Densus Antikorupsi muncul dalam rapat dengar pendapat Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dengan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa, 23 Mei 2017. Sejak itu, Korps Tri Brata menyusun kajian untuk merealisasikannya.

Densus Antikorupsi akan dibentuk mirip seperti Komisi Pemberantasan Korupsi. Densus ini akan memiliki penyidik dan jaksa penuntut di bawah satu atap untuk mempermudah koordinasi.

Dalam rapat itu, KPK akan memaparkan capaian pemberantasan korupsi selama ini. “Kami tunjukkan pemberantasan korupsi, kami enggak jelek-jelek amat,” kata Agus.

Menurut Agus, sejak 1999 selepas Orde Baru, tingkat pemberantasan korupsi Indonesia berada di peringkat paling bawah di kawasan Asia Tenggara. “Kita (dulu) di bawah Thailand Vietnam Filipina, “ujarnya.**PPWI/Red.

         



(Visited 245 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!