1900: Yayasan Raja Tawar Mula Jadi Hadirkan Rumah Adat Batak Bolon di Provinsi Riau

Diterbitkan Tanggal: 20 / 10 / 17

Kategori: | PARIWISATA, RIAU, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, MANDAU – Keberadaan rumah adat adalah salahsatu bentuk rumah yang harus dipertahankan keberadaannya, terlebih rumah adat adalah salah satu ciri khas dari suatu golongan, khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keanekaragamannya, termasuk salahsatunya adalah rumah adat Jabu Bolon, yang dianggap  dianggap sebagai identitas rumah adat Sumataera Utara yang diakui secara nasional. Namun dari keberadaannya, orang Batak di Sumatera Utara memiliki lebih dari satu gaya arsitektur.

Suku Batak sendiri terbagi beberapa bagian, diantaranya adalah Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Angkola dan Batak Mandailing. Dan dari masing-masing suku memiliki seni arsitektur tersendiri dengan rumah adat yang berbeda-beda.

Rumah Adat Sumatera Utara, Rumah Adat Bolon Batak Toba, atau yang biasa disebut dengan Jabu Jabu Bolon ini telah didaulat menjadi perwakilan rumah adat Sumatera Utara dikancah nasional.

Yayasan Raja Tawar Mula Jadi yang beralamat di Jl. Rangau Km. 7 Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau hadir ditengah-tengah masyarakat dengan memberikan sumbangsih dan pemikiran kepada masyarakat perantau Sumatera Utara yang ada di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Provinsi Riau.

Kepada awak media ini Nursita Nainggolan mengatakan, sebagai ketua yayasan mengatakan “Yayasan yang kami kelola ini bukan untuk kami secara pribadi, namun yayasan ini sebagai bentuk rasa peduli kami sebagai perantau yang ada di luar Provinsi Sumatera Utara, dengan memberikan sumbangsih membangun rumah adat  Jabu Bolon seperti yang ada di Sumatera Utara, namun keberadaannya di Provinsi yang berbeda, yaitu Provinsi Riau”.

Nursita Nainggolan menambahkan “Rumah adat Jabu Bolon yang dikelola oleh Yayasan Raja Tawar Mula Jadi bukanlah hanya milik yayasan, namun  milik semua masyarakat di Provinsi Riau dan masyarakat yang ada di nusantara ini pada umumnya. Kami membuka diri, silahkan, bagi siapa yang ingin berkunjung ke rumah adat Jabu Bolon yang kami kelola, ya silahkan. Siapapun itu, kita terbuka untuk semua”.

Tambah Nursita kepada awak media, “Walaupun keberadaan rumah adat ini berada di Provinsi Riau, namun, siapapun yang datang kelokasi ini serasa di Sumatera Utara. Kami yakin dan percaya, dengan adanya rumah adat Batak hadir di Provinsi Riau ini akan menambah semaraknya objek wisata bagi wisata lokal ataupun mancanegara”.

Ditanya bagaimana setrategi pengembangan serta sistem pengelolaan untuk dijadikan objek wisata, Nursita Nainggolan sebagai Ketua Yayasan kepada awak media mengatakan “Terkait hal untuk dijadikan objek wisata secara profesional, kami masih berpikir bagaimana untuk arah kesana. Namun semua itu pasti ada masanya. Kami yakin dan percaya, semua itu pasti terealisasi dengan kuasa Tuhan”.

“Untuk  sementara ini kami dari yayasan, masih coba berdiri dengan kaki sendiri dan belum membutuhkan bantuan dari siapapun. Namun, jika ada masyarakat yang ingin membantu untuk pengembangan rumah adat sumatera utara ini, kami juga tidak bisa menutup kemungkinan untuk menerimanya”. Jelas Nursita Nainggolan mengakhiri. [*red]

         



(Visited 253 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!