Pengembang Mei Karta Disorot, Panja Detail Tata Ruang “Mati Suri”

Diterbitkan Tanggal: 31 / 10 / 17

Kategori: | JAKARTA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Panitia Kerja atau Panja Tata Ruang yang salah satunya terkait pemanfaatan detail  tata ruang  pembangunan Mei Karta dan lain lain, yang dibentuk oleh Komisi II DPR berjalan ditempat.

Padahal sebelumnya, telah diputuskan dalam  rapat dengar pendapat dengan  Dirjen Otonomi Daerah Sony Soemarsono di  awal bulan Oktober lalu. Yang prosesnya hingga sekarang belum  menampakan tanda tanda akan memanggil para pemiliknya.

Proyek termegah dan prestisius yang disebut sebut sebagai pusat kota baru. Dari sejak dua bulan lalu telah  gencar gencarnya melakukan promosi besar besaran di TV dan media cetak.

Letak apartemen terletak di wilayah Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, kata Sony.

Tak mulusnya pengembangan  kota baru disebabkan  pemerintah Propinsi Jawa Barat belum menerbitkan Pergub  sebagai tidak lanjut pengesahan RTRW  Propinsi Jawa Barat, yang baru, ungkapnya.

Saat berlangsung Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II  memutuskan juga agar Dirjen Otda mempertemukan Pemkab Bekasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Yang sampai sekarang belum dipublikasikan hasilnya.

Anggota Komisi II dari Fraksi PPP Amirul Tamim ditemui terpisah mengatakan, pembentukan Panja Detail Tata Ruang oleh Komisi II , dengan pertimbangan  Menteri Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional adalah mitra kerja Komisi II. Posisi Komisi II nanti dalam rangka fungsi pengawasan  tata ruang, paparnya.

Sudah mahfum banyak pengembang yang mengantongi izin lokasi lahan sejak di era  ode baru di tahun 1995  yang awalnya untuk pembangunan perumahan landed.

Harga Murah
Hari Gani Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia tidak terkejut dengan munculnya strategi penjualan harga murah yang dilakukan oleh pengembang  apartemen Mei Karta di Bekasi.

“Saya mendapat laporan banyak tenaga merketing perumahan yang sampai pindah kerja menjual perumahan Mei Karta”, ujarnya.

Walau, apabila  dilihat dari sisi harga yang ditawarakan Mei Karta hanya cuma Rp 125 juta, sudah, telah banyak menarik banyak calon pembeli. Sebenarnya itu strategi harga yang bukan sesuatu yang baru. Yang akan di cross subsidi dengan apartemen yang dibangun belakangan kelak yang harganya biasanya lebih tinggi, bebernya.

Wakil Ketua Komisi II Fandi Utomo dari Fraksi Partai Demokrat menyatakan, Panja Rencana Detail Tata Ruang mulai bekerja pada tanggal 16 November 2017 yang akan datang.

Berdasar data yang masuk terdapat 1.832 pengembang yang detail tata ruangnya tidak beres, Mei Karta cuma salah satunya, kata Fandi Utomo menjawab pertanyaan pers di Jakarta Senin (30/10/2017). .

Dengan tak terbitnya Pergub dan detail tata ruang. Izin izin  tidak bisa terbit antara lain Izin Mendirikan Bangunan, IMB. Padahal antar pengembang  sedang bersaing dan berkompetisi dalam memasarkan proyeknya di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur ditengah jumlah konsumen yang  terbatas.

“Lalu pertanyaannya posis negara dimana. Selama bisnisnya kontibrutif pada negara dan fair. Menurut saya   tak bisa disebut kolutif,” ujarnya. Erwin Kurai.

Sumber: detakriau.com

         



(Visited 11 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!