Kajari Rohil: “Jangan Bermain Dengan ADD dan DD Jika Tidak Ingin Masuk Penjara”

Diterbitkan Tanggal: 30 / 01 / 18

Kategori: | BERITA DESA, RIAU, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, BAGANSIAPIAPI – Mengingat pentingnya peran Kejaksaan RI sebagai Lembaga penegak hukum untuk berperan mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional di pusat maupun di daerah melalui pengawalan dan pengamanan baik dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan maupun pemanfaatan hasil pembangunan termasuk dalam upaya mencegah timbulnya penyimpangan dan kerugian negara. Oleh karena itu Kejaksaan Negeri Rokan Hilir (Kejari Rohil) mengingatkan kepada seluruh Pemerintahan desa jangan main-main dalam melaksanakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD),dan Dana Desa (DD) jika tidak ingin masuk penjara.

Demikian ditegaskan Kajari Rohil, Bima Suprayoga,S.H., M.Hum melalui Kasi Intel, Odit Mengonondo,S.H. sekaligus ketua Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TPAD),Senin- (29/1/2018).

“Kami ingatkan kepada semua pemerintahan desa di Kabupaten Rokan Hilir, jangan coba main-main dengan program Alokasi Dana Desa (ADD), dan Dana Desa (DD) jika tidak ingin masuk Bui, karena ADD dan DD merupakan program pemerintah pusat,program bapak Presiden RI Ir. Jokowidodo,” Kata Ketua TPAD Rohil, Odit Mengonondo,S.H.

Dijelaskan Kasi Intel Kejari Rohil, Program ADD dan DD tersebut mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Secara luas, Sebut Odit, Program ADD dan DD bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat khusus yang ada di wilayah pedesaan.oleh karena itu pemerintah desa jangan coba-coba melakukan penyimpangan terhadap ADD dan DD. Jika terdapat kendala dalam pelaksanaan ADD maupun DD tersebut segera untuk di konsultasi dengan TP4D  Kejaksaan Negeri Rohil agar pelaksanaan ADD dan DD bisa berjalan dengan baik.

“Menyangkut dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) jika ada kendala dilapangan sebaiknya segera berkonsultasi dengan kami TPAD Kejari Rohil, Kata Kasi Intel, Odit Mengonondo,S.H.

Jelas Odit, selama program pengalokasian ADD dan DD bergulir, khusus di Rohil terdapat dua penghulu  berhadapan dengan hukum, kedua penghulu tersebut telah melakukan tindak pidana korupsi  penyimpangan terhadap ADD dan DD.

“Kami ingatkan lagi, Jangan main-main dengan Alokasi Dana Desa (ADD), dan Dana Desa (DD) jika tidak ingin masuk penjara”. Tandasnya. [Agung]

         



(Visited 2.355 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!