3044: SD Negeri 112143 Rantauprapat Miliki Lebih Dari 2.000 Judul Buku

Diterbitkan Tanggal: 05 / 02 / 18

Kategori: | PENDIDIKAN, SUMATERA UTARA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, RANTAUPRAPAT –  Labuhanbatu sebagai Kabupaten Literasi yang dicanangkan Bupati H. Pangonal Harahap SE, M.Si hampir dua tahun silam, nampaknya getarannya benar-benar sudah menyentuh keberbagai lapisan masyarakat.

Saat ini, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sudah berdiri sampai ke pelosok desa. Dunia pendidikan, mulai dari kalangan Perguruan Tinggi, sampai sekolah dasar, juga ramai-ramai menggelorakan Gerakan Literasi.

Salah salah satu lembaga pendidikan yang berperan dalam menggelorakan Gerakan Literasi, yaitu Sekolah Dasar (SD) Negeri 112143 Jalan A. Yani Rantauprapat.

“Di Perpustakaan sekolah ini sudah ada lebih dari 2.000 judul buku, atau sekitar 5.000 an eksemplar buku”, ucap Kepala SD Negeri 112243 Rantauprapat, Nurimah Ritonga, S.Pd, MM, saat disambangi awak media di ruang kerjanya, Senin (05/02/2018) pagi.

Disebutkannya, buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah, jenisnya macam-macam. Ada fiksi, non fiksi maupun paket mata pelajaran.

Selain ketersediaan buku, menurut Nurimah, budaya baca seperti yang diharapkan Bupati H.Pangonal Harahap juga giat dilaksanakan. Diantaranya ‘baca senyap’ 10 menit sebelum dimulai jam mata pelajaran berlangsung.

Kemudian lanjutnya, disekolah ini ada digelar lomba baca buku antar siswa di masing-masing kelas. Setelah perlombaan membaca dimasing-masing, berlanjut antar kelas.

Ditambahkannya, pada saat berlangsung lomba membaca, anak yang mendengar dan menyimak juga turut diperlombakan. Anak yang mendengar dan menyimak temannya membaca buku, diminta untuk menceritakan kembali menurut bahasanya masing-masing.

“Mereka yang mampu menceritakan isi buku yang dibacakan temannya dengan baik dan sempurna, juga akan mendapatkan hadiah”, ucap Nurimah.

Nurimah menambahkan, gerakan literasi hakikatnya adalah upaya percepatan membaca, disertai dengan memahami apa yang dibacanya. Selanjutnya bisa dipraktekkannya dalam kehuhidupan sehari-hari.

Yang tidak kalah pentingnya, menurut Nurimah, gerakan literasi merupakan upaya agar anak gemar membaca buku. Dengan membaca buku, tentu si anak secara perlahan, tidak lagi menjadikan gadget atau hand phone, sebagai alat bermain yang utama.

Dalam kesempatan ini dia menyebutkan, tidak hanya anak yang diminta rajin membaca buku, tetapi termasuk kepala sekolah. Dengan aktifnya kepala sekolah dan guru, tentu ini merupakan salah satu motivasi kepada sianak.

Di akhir wawancaranya dia berharap, kiranya gerakan literasi yang digalakkan pendidik di SD Negeri 112143 dapat pula ditindak lanjuti orang tua siswa di rumah masing-masing.

“Berikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak membaca buku, ketika dia dirumah”, harap Nurimah. [rahmad]

         



(Visited 284 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!