3071: Demo di Kantor DPRD Labusel, Pemuda Suarakan Sejumlah Tuntutan

Diterbitkan Tanggal: 08 / 02 / 18

Kategori: | SUMATERA UTARA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, RANTAUPRAPAT –  Ditengah terik matahari, sekitar pukul 11.30 Wib, puluhan orang yang menamakan Ikatan Pemuda Labuhanbatu Selatan  mendatangi Kantor DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) untuk menyampaikan aspirasi maupun tuntutan atas kebijakan Pemerintah yang diduga telah mencerderai masyarakat, Rabu (07/02/18).

Aksi damai ini dikawal ketat oleh petugas Satpol PP didepan pintu gerbang DPRD Labusel, massa pengunjuk rasa menginginkan tuntutan dan aspirasi mereka ditanggapi oleh Ketua DPRD Labusel. Terlihat massa membakar keranda  mayat didepan pintu  gerbang kantor DPRD Labusel, namun DPRD belum juga menerima aspirasi massa, sehingga massa memaksa untuk masuk kedalam kantor DPRD dan sempat terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan Satpol PP namun aksi tersebut dapat ditenangkan.

Beberapa menit aksi berjalan, akhirnya Ketua DPRD Labuhanbatu Selatan, Drs. Jabaluddin dan Wakil Ketua Syahdian Purba, S.H. serta H. Zainal Harahap menjumpai tujuh puluhan aksi massa.

“Pemkab Labuhanbatu Selatan jangan melakukan pembodohan terhadap masyarakat”, teriak Ketua Ikatan Pemuda Labuhanbatu Selatan, Yazid Alvaro Hasibuan.

Adapun tuntutan aksi Ikatan Pemuda Labuhanbatu Selatan, yang dibacakan Koordinator Aksi Ikatan Pemuda Labuhanbatu Selatan, Hasby Juadi yakni, meminta kepada DPRD Labuhanbatu Selatan agar dapat menunda pembelian lahan bandara di Kecamatan Sungai Kanan, meneliti anggaran MTN, transparansi setiap rapat yang diselenggarakan, dapat melakukan pembangunan yang merata dan meminta Kajari Labusel memeriksa anggaran MTN.

“Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang terhormat, agar memanggil pengurus Majelis Taklim Nurhasanah (MTN) Kabupaten Labuhanbatu Selatan tentang menggelembungan anggaran setiap tahunnya dan kemana saja anggaran sebelumnya dipergunakan, dan kami meminta kepada Kajari segera memeriksa pengurus Majelis Taklim Nurhasanah untuk dan meminta DPRD Labusel menghentikan pembelian tanah untuk pembangunan bandara, karena memakai anggaran yang berlebihan mencapai 25 milyar, dan Pemerintah Labusel jangan ada diskriminisasi setiap mengadakan pembangunan”, orasi Hasby Juadi diakhir pembacaan tuntutan mereka.

Ketua DPRD tidak dapat menjawab tuntutan massa sehingga diwakilkan oleh Wakil Ketua Syahdian Purba, “Kami menerima dan menampung aspirasi saudara-saudara, kita sama-sama berjuang. Kami DPRD belum menerima anggaran terkait pembelian lahan untuk pembangunan bandara, karena pembahasan masih alot”, kata Syahdian Purba.

H. Zainal Harahap Anggota DPRD Labusel dari PDI Perjuangan memberikan tanggapan kepada aksi “Kami sebenarnya terus mengumandangkan suara seperti   ini, di sidang pembahasan RAPBD dan sampai detik ini masih alot, semua akan kita tampung dan kami meminta 6 orang perwakilan untuk ikut dalam pembahasan dan kalian minta alasannya nanti dengan pihak pemerintah”, Jawab H. Zainal [Tim]

         

(Visited 420 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!