3179: Sering Buat Onar dan Tidak Nyaman, Dinas Sosial dan Pol PP Segera Tertibkan Anak Punk dan Anak Genk di Rantau Prapat

Diterbitkan Tanggal: 19 / 02 / 18

Kategori: | NEWS, SUMATERA UTARA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, RANTAUPRAPAT – Seiring menjamurnya anak-anak Punk dan Genk di seputaran kota Rantauprapat, kini menjadi sorotan dan perhatian publik terlebih warga yang tinggal seputaran kota.

Sejumlah warga merasa resah dan tidak nyaman dengan tingkah anak-anak ini, mengapa tidak, selain sering mengamen tanpa aturan, tidak jarang juga anak-anak ini membuat keributan. Misalnya dalam beberapa bulan ini sudah terjadi dua kali tawuran antar Genk gepeng dan anak Punk. Terakhir terjadi pada sabtu malam (17/2/2018) tepatnya di depan rumah makan Garuda sekira pukul 01.00 dinihari yang melibatkan kira-kira 200 pemuda tanggung.

Dari kejadian tersebut didapati puluhan anak muda tanggung ini mengalami luka-luka hingga bocor di bagian kepala akibat sesuatu yang tidak jelas.

Jul Harahap (35) warga Aek Tapa yang malam itu berada dilokasi kepada awak media menceritakan, sekitar 200 anak tanggung terlihat saling baku hantam.

“Sekitar  dua ratusan anak muda tanggung saling pukul tanpa jelas apa yang direbutkan. Kalau dilihat penampilannya sepertinya anak-anak Punk dan Genk ini yang sering mangkal ngamen di kafe dan rumah makan”.

Jul juga menjelaskan, bahwa anak-anak tersebut bukan saja berasal dari Rantau Prapat.

“Ketika saya tanya, mereka ada yang berasal dari bagan batu dan medan. Bukan dari Rantau Prapat ini saja. Mungkin ini salah satu penyebab terjadinya keributan itu. Jika ini dibiarkan, kota Rantau Prapat tidak lagi nyaman dirasa”.

Harapan saya, “Semoga pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial, Pol PP dan Kesbang segera menertibkan anak-anak liar ini dan memberikan pembinaan arahan kepada mereka. Agar Rantau Prapat aman saat di malam hari”, ujar Jul.

Menurut informasi dari warga, Genk dan anak Punk tersebut sering menjalankan aksinya sekira jam satu dinihari. Mereka mengamen menggunakan informasi sosmed dari facebook dan WA untuk menuju lokasi sasaran. Anak-anak ini memanfaatkan toko-toko yang sudah tutup untuk dijadikan tempat nongkrong dan tempat tidur. [rahmad]

         

(Visited 489 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!