3208: JPRMI Gelorakan Semangat Perjuangan dan Kebangkitan Umat

Diterbitkan Tanggal: 21 / 02 / 18

Kategori: | RELIGI, SUMATERA UTARA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, RANTAUPRAPAT – Minggu malam 18 Februari 2018 di Masjid Baitul Muhsinin Perisai Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) melakukan Tabligh Akbar yang bertemakan “Perjuangan dan Kebangkitan Umat” yang  menghadirkan Al Ustadz Dr. H. Sofyan Saha, Lc, MA. sekaligus melakukan serangkaian kegiatan penggalangan dana untuk Kapal Kemanusiaan Palestina.

Ketua BKM Masjid Baitul Muhsinin, dalam hal ini diwakili sekretaris BKM Harry Mutasar Hasibuan, STP menyampaikan sambutan hangatnya kepada jamaah yang hadir dilokasi, “Masjid kami terbuka untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, target kami masjid menjadi sentral kegiatan umat, contohnya saat ini pengajian untuk umum ada 4 kali seminggu untuk remaja masjid, 2 kali seminggu dan ditambah lagi kegiatan dari adik-adik JPRMI. Ini menandakan bahwa masjid masih menjadi salah satu tujuan dan sentral kebangkitan umat.

Ketus PD JPRMI Labuhanbatu Maniso, ST dalam sambutannya mengatakan,  perjuangan dan kebangkitan umat bermula dari masjid,

“Perjuangan dan kebangkitan umat bermula dari masjid,  kalau masjid sudah dijadikan sentral kegiatan, Insya Allah umat Islam mulai dari yang tua dan generasi muda saling mengisi niat dan cita-cita menjadi terwujud”.

Disampaikan Maniso, “Terkait Palestina kenapa kita selalu membuat kegiatan penggalangan dana untuk Palestina, dalam pembukaan UUD 1945  “Bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan prikeadilan”. Palestina adalah negara satu-satunya yang masih dijajah dan palestina adalah negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia”. papar Maniso.

Dalam tausyahnya Al Ustadz Dr. H. Sofyan Saha, Lc, MA yang berasal dari ibukota Sumut itu berpesan,  Indonesia adalah negara yang subur, negara yang mempunyai potensi SDM mempuni, Islam adalah mayoritas dinegara kita ini, seharusnya ini menjadi potensi bagi kita semua agar menjadi kekuatan besar disektor global dan menjadi bagian terpenting dikawasan Asia Tenggara.

Negara Palestina tahun 1945 masih mempunyai kawasan yang penuh, masuk pada tahun 1948 separuh tanah Palestina sudah dikuasai oleh Yahudi Israel.

Ketika saya berkunjung ke Palestina dalam agenda kunjungan organisasi internasional dalam diskusi, saya menanyakan kepada para pemuda yang ada dipalestina. Pertanyaannya, kenapa tanah Palestina mayoritas sudah dikuasai oleh Israel? dan para pemuda menjawab, bahwa ayah nenek kakek kami menjual tanah mereka kepada Yahudi Israel dengan harga mahal dan mereka tidak mengetahui efek dari semua ini yaitu penguasaan kawasan Palestina.

“Makanya, bapak ibu hadirin jika Indonesia ini tidak menginginkan seperti Palestina, maka sama-sama kita jaga tanah kita”. Ucap ustazd Sofyan.

Ditambahkan softan lagi, “Saya memberikan contoh lagi negara Spanyol dan Portugal, dahulu negara ini adalah negara dengan mayoritas Islam 98%, sekarang kita lihat Islam musnah di negara itu. Ini juga sama seperti Palestina, nenek moyang suka mereka menjual tanah milik mereka”. tutup ustadz tersebut. [rahmad]

         

(Visited 261 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!