4301: Pencemaran Lingkungan di Danau Toba, PT. Aquafarm Nusantara Belum Memberikan Klarifikasi, Ini Penjelasan Sementara

Diterbitkan Tanggal: 29 / 05 / 18

Kategori: | BERITA DESA, BUTUH PERHATIAN, NEWS, SUMATERA UTARA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, SUMUT – Keresahan warga karena Keberadaan PT. Aquafarm Nusantara yang beroperasi di Danau Toba kini membuat warga di Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara membuat Organisasi yang bergerak pada bidang Jurnalis Warga PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) peka terhadap warga Desa. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang budi daya ikan itu diduga telah mencemari lingkungan sekitar dan menyebabkan situasi tidak kondusif di kalangan masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Sirungkungon.

Tidak terima akan pencemaran air dan udara di wilayah mereka ini, warga Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, beserta pewarta PPWI Nasional melayangkan surat pengaduan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Aquafarm Nusantara ke Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo di Jakarta. Dalam surat pengaduan tersebut, warga menjelaskan kondisi lingkungan di Desa Sirungkungon akibat keberadaan PT. Aquafarm Nusantara. Warga menuding beroperasinya perusahaan ini telah diduga mengakibatkan pencemaran air dan udara.

DPN PPWI Kawal Masyarakat Desa Sirungkungon Terkait Dugaan Pencemaran Lingkungan Oleh PT. Aquafarm Nusantara

Bukan hanya itu, saat air tersebut digunakan untuk mandi juga menimbulkan efek samping pada kesehatan warga dan telah mengakibatkan penyakit kulit, terutama pada anak-anak. Kondisi ini, menurut warga Desa Sirungkungon, adalah akibat pembuangan limbah dari kegiatan usaha PT. Aquafarm Nusantara.

Maka dari itu, warga Sirungkungon memohon kepada Presiden melalui instansi terkait untuk dapat menindak dan mengkaji kembali keberadaan PT Aquafarm Nusantara di Desa Sirungkungon, karena lebih banyak mudharat daripada azas manfaat kepada masyarakat Desa Sirungkungon. “Apalagi dari kegiatan perusahaan juga telah menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan,” timpal Marly, salah satu pengurus DPC PPWI Tobasa yang ikut dalam peninjauan ke lokasi pembuangan limbah PT. Aquafarm Nusantara di desa Sirungkungong itu.

Melihat program pemerintah tentang Danau Toba yang menjadi salah satu tujuan wisata internasional, warga berharap agar penyebab pencemaran di Danau Toba, khususnya di Desa Sirungkungon, segera diselidiki. “Ini sangat penting, agar dilakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut dan ditindak tegas,” pungkas Jannus, yang ikut menandatangani surat warga desa ke Presiden RI.

Warga Mengadu ke Presiden Terkait Dugaan PT. Aquafarm Nusantara Cemari Lingkungan, Pihak Manajemen Membisu Seribu Bahasa

Pihak manajemen PT. Aquafarm Nusantara melalui Humas terkait dengan diduganya pihak perusahaan telah mencemari lingkungan di Desa Sirungkungon,  Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Saat dikonfirmasi oleh awak media melalu pesan WhatsApp, Selasa (29/05/18) sekira pukul 11.23 Wib. mengatakan, “Selamat siang Pak, terima kasih atas komfirmasinya. Saat ini saya belum dapat berikan keterangan atas tuduhan tersebut. Karena tuduhan pencemaran tersebut tentu punya parameter dan dibuktikan dari hasil uji secara ilmiah, terima kasih”[Jml-PPWI/*Red]

         

(Visited 250 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!