4584: Bakamla RI Akan Latihan Bersama Dengan Japan Coast Guard Tindak Peredaran Narkoba Lewat Laut 

Diterbitkan Tanggal: 11 / 07 / 18

Kategori: | BAKAMLA RI, JAKARTA, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Badan Kemanan Laut (Bakamla) RI akan menggelar latihan bersama dengan  Japan Coast Guard (JCG) tindak peredaran narkoba lewat laut yang akan digelar di sekitar Perairan Teluk Jakarta besok, Rabu 11 Juli 2018. Renacana operasi telah disimulasikan dalam forum Tactical Floor Game di dalam KN. Tanjung Datu – 1101 yang sedang bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JITC) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/07/2018).

Simulasi latihan TFG disaksikan langsung oleh Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., beserta Kasubdit Garlat Bakamla RI Benny Iskandar, S.IK., M.Si. Latihan manuver di tempat itu dipimpin oleh Kasubdit Garopsla Kolonel Laut (P) Imam Hidayat diikuti Komandan KN. Tanjung Datu – 1101 AKBP Capt Nyoto Saptono, S.H., M.Si (Han) M.Mar., Komandan Japan Coast Guard Ship (JCGS) Tsugaru PLH 02 Hirohisa Suzuki, Perwira kapal Pol Air, Basarnas,KKP, KPLP dan Syahbandar serta Perwira lain yang terlibat dalam latihan bersama kedua negara.

Sekenario latihan yang telah dirancang oleh pihak Bakamla RI dengan Japan Coast Guard menggabungkan prosedur operasi ataupun doktrin penanggulangan tindak kejahatan di laut  yang dianaut kedua negara. Kasubdit Garopsla Bakamla RI Kolonel Laut Imam Hidayat mensimulasikan gladi manuver lapangan ini dalam emapt fase yakni pertama Fase Sharing Information, dimana pemerintah Jepang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia memerangi Narkoba, JCG dan Bakamla menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut dengan membentuk Satgas untuk melaksanakan Operasi Bersama dalam pencegahan penyelundupan Narkoba dengan metode sektor area.

Bakamla memperoleh informasi dari Interpol Jepang bahwa sebuah kapal akan menyelundupkan Narkoba yang akan melewati Perairan Indonesia melalui Natuna Utara menuju Laut Jawa. Satgas Gabungan antara unsur maritim Indonesia bergerak menuju laut Natuna Utara. Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla melaksanakan analisis anomaly detection dengan menggunakan pengumpulan dan pengolahan informasi serta melakukan pendeteksian menggunakan aplikasi Bakamla Integrated Information System (BIIS).

Hasil anomaly detection diperkirakan bahwa kapal tidak dikenal tersebut berada pada area (disimulasikan berada di wilayah ZEEI di laut Natuna Utara) :

05° 52’ 10” S – 106° 52’ 36” E,

05° 52’ 10” S – 106° 57’ 36” E,

05° 57’ 10” S – 106° 57’ 36” E,

05° 57’ 10” S – 106° 52’ 36” E,

pada TW. 0711.0930 LT s.d TW. 0711.1100 LT;

KPIML Bakamla melaporkan hasil anomaly detection kepada Palakhar Operasi Bakamla. Palakhar Operasi Bakamla memerintahkan kepada DanSatgas Operasi Bersama melaksanakan identifikasi pada Kapal Tidak Dikenal dengan bekerjasama dengan unsur JCG Tsugaru yang sedang beroperasi di utara Zona Ekonomi Eklusif Indonesia (ZEEI). Satgas Ops Gabungan bergerak menuju area operasi dan menjalin komunikasi dengan JCG Tsugaru. Hasil komunikasi dilapangan dengan unsur JCG Tsugaru terjalin pertukaran data sharing information mengenai kapal target.

Fase kedua yakni Fase Searching, Pursuing and Interception, dimana Satgas Ops Gabungan melakukan pencarian di sekitar daerah operasi dengan menggunakan metode sektor area. KPIML yang dapat memonitor keberadaan seluruh kapal Satgas Gabungan dan kapal sipil yang melaksanakan kegiatan di area operasi, memberikan informasi secara terus menerus kepada Satgas dalam melaksanakan pencarian kapal target. Berdasarkan hasil anomaly detection dari KPIML tentang adanya Kapal Tidak Dikenal yang melakukan kegiatan mencurigakan di area operasi.

Komandan Satgas memerintahkan kepada unsur unsur satgas untuk membentuk formasi pencarian dan melaksanakan tracking menggunakan radar. Kemudian Dan Satgas memerintahkan kepada KN Alugara untuk menjadi pengendali pada pencarian terhadap Kapal Tidak Dikenal. Hasil searching unsur-unsur satgas dilaporkan kepada kapal KN Alugara sebagai pengendali pencarian terhadap kapal tidak dikenal. Laporan KP Hiu Macan Tutul kepada KN Alugara bahwa terdeteksi Kapal tidak dikenal pada baringan 043, jarak 2 Nm, cepat 15 knot dari KP Hiu Macan Tutul 02. KN Alugara meneruskan hasil deteksi unsur kepada KN.Tanjung Datu 1101.

KN Alugara memerintahkan KP Hiu Macan Tutul 02 dan KP Jalak untuk melakukan intercept ke Kapal Tidak Dikenal. KP Hiu Macan Tutul 02 dan KP Jalak melaksanakan boarding ship ke Kapal Tidak Dikenal. KN Alugara  standby di belakang kapal interceptor untuk mengamankan area intercept. KN.Tanjung Datu 1101 dan JCG Tsugaru memonitor pelaksanaan boarding ship dan melaksanakan pengendalian di luar area intercept. Kapal target berhasil diamankan dilaksanakan pengawalan oleh tim kawal Satgas Ops Gabungan, sedangkan ABK kapal target dilaksanakan penahanan di KN Basudewa. KN Alugara melaporkan selesai pelaksanaan penghentian, pemeriksaan dan penahanan terhadap Kapal Tahanan.

Memasuki tahap fase ketiga Fase Search and Rescue simulasi makin dramatis yakni Kapal target ditangkap dan dilaksanakan pengawalan menuju ke Pangkalan terdekat. Nakhoda Kapal Tahanan yang berada di KN Basudewa melarikan diri dengan cara melukai dan mendorong salah satu anggota Tim kawal sehingga keduanya jatuh di laut pada saat KN Basudewa bergerak menuju Pangkalan Terdekat. KN Basudewa menginformasikan orang jatuh di laut kepada Dan Satgas dan mem-broadcast :

“mayday mayday mayday…

This is

KN Basudewa Basudewa Basudewa

Call Sign …..

MMSI Number …..

Position 05° 56’ 28” S – 106° 53’ 23” E, time ….

Two Men Overboard…

Request immediate assistance

Master

Basudewa over

Komandan Satgas merubah haluan menuju Posisi orang jatuh di laut Man Over Boat (MOB). KN.Tanjung Datu sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) meminta bantuan kepada Basarnas untuk melaksanakan pertolongan dan pencarian terhadap orang jatuh di laut dengan menggunakan unsur udara serta menunjuk KN Basudewa sebagai pengendali On Scene Commander (OSC) SAR. Komandan Satgas memerintahkan konvoi untuk mengurangi kecepatan dan mengamankan sektor area serta membantu dalam pencarian. Helikopter Basarnas berhasil mendeteksi keberadaan orang jatuh di laut dan melaporkan kepada SMC.

Search and Rescue Unit (SRU) yang telah ditunjuk bergerak menuju posisi MOB untuk melaksanakan pertolongan terhadap dua orang korban. Korban berhasil ditolong  dengan data satu orang yang merupakan anggota Tim kawal  menderita luka dan harus segera mendapat pertolongan medis, sedangkan satu orang lagi adalah nahkoda kapal tahanan menderita luka ringan. Dan Satgas memerintahkan korban luka dari tim kawal agar dilaksanakan evakuasi ke pangkalan terdekat, sedangkan korban nakhoda kapal tahanan yang menderita luka ringan dibawa ke KN Basudewa. KN.Tanjung Datu sebagai SMC setelah mendapatkan laporan situasi dari SRU meminta bantuan kepada Basarnas untuk melaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap korban MOB yang mengalami luka dari kapal SRU dan menunjuk KN Basudewa sebagai pengendali udara dalam kegiatan EMU. Korban MOB di laut berhasil diselamatkan Tim Penyelamat Basarnas kemudian dilaksanakan evakuasi medis udara ke pangkalan terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama.

Masuk tahap terahir latihan Fase Pengakhiran yaitu Kapal tahanan dikawal oleh KP Jalak dan KP Hiu Macan Tutul 02 menuju Pangkalan terdekat untuk dilaksanakan proses lanjut. Seluruh unsur kembali menempati sektor operasi dan latihan selesai. Demikian kurang dan lebihnya gambaran latihan yang akan diaplikasikan dalam gladi manuver laut besok di sekitar perairan Teluk Jakarta yang disampaikan Kasubdit Garopsla Bakamla RI Kolonel Laut (P) Imam Hidayat. [Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono]

         

(Visited 223 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!