Keluh Kesah Warga Pasar Pagi Jalan Lancang Kuning Gang Melur Pinggir : “Sering Banjir Tanpa Solusi”

Diterbitkan Tanggal: 16 / 07 / 18

Kategori: | BUTUH PERHATIAN, NEWS, RIAU, TODAY |

NUSANTARAEXPRESS, PINGGIR- Bertempat tinggal di permukiman padat, yang sering menjadi permasalahan adalah parit atau saluran air, ditambah lagi aroma yang tidak sedap karena tumpukan sampah yang seharusnya tidak terjadi.

Pasar Pagi  Jalan Lancang Kuning Gang Melur, Kecamatan Pingir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Bila hari hujan dalam hitungan menit, gang melur ini sudah tidak menjadi ramah lagi sesuai dengan nama jalannya. Walau namanya terdengar masih gang, tapi sudah jalan lintas bagi masyarat untuk menuju pasar.

“Lansung menggenagi jalan dan air cepat meluap menimbulkan banjir jika hari pada penghujan. Disisi kiri kanan jalan hampir merata, parit tidak berfungsi  dan bahkan parit di depan sebagian rumah ada yang di timbun. Yang sering jadi sasaran adalah rumah dan warung ibu Siti Hajar yang selalu digenangi air”. Jelas salah satu warga dan juga diamini oleh warga lainnga.

Ditambahkannya, “Letaknya tepat sekali tempat kumpulan air, di polongan air yang dibuat oleh pengembang jalan ukuranya 3.5 inch dari paralon . Jalur air ini nampaknya khusus di buatnya, tapi tidak sesuai dengan debit air yang dilalui dan mengakibatkan banjir cepat terjadi”.

Pantauan NusantaraExpress (15/07/18), jika dilihat parit yang dibikin oleh pengembang sepertinya kurang bagus. Dimulai dari ukuran besar dan makin ke ujung makin kecil, ini salah satu mengurangi laju air yang diikuti oleh sampah yang dibawa oleh air waktu hari hujan.

Salah seorang warga, Pak Am yang dikenal dengan nama pangilan Juragan saat dijumpai awak Media, Minggu (15/07/18) saat berbincang-bincang, Juragan mengatakan, “Saya punya ladang kecil kecilan, bila hujan datang sering digenangi oleh air, dikarenakan luapan air”.

Ditambahkannya, “Sering kita lihat, jika hujan sudah reda ujung parit yang kecil tadi menjadi tempat tumpukan sampah yang terbawa air. Yang lebih parahnya lagi, bau busuk menyengat dan tak tidak bisa dielakan lagi, karena di sekitar rumah warga ada memelihara ternak (babi). Bau yang dibawa angin dapat mengangu pernapasan, karena bisa mengakibatkan mual”.

Ketiak awak media menelusuri dan berbincang dengan dengan warga sekitar, ternyata sudah berbagai upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.  Warga tidak tau kemana lagi mengadu, apakah  orang ditunjuk sebagai tempat mengadu tersebut tidak punya kemampuan menyelesaikan masalah.

“Kita punya tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Mari kita ciptakan kenyamanan dan ketenang dalam bermasyarakat”. Harapan warga saat berbincang.

“Kami juga berharap, Dinas terkait dan pihak-pihak yang punya kapasitas dapat mengakomodir dan menyelesaikan kasus ini. Bagaimanapun kami sebagai warga akan mengingat jasa pemimpin yang akan membantu kami sebagai warga”. Jelas salah satu warga dengan penuh harap. [Joni AP]

         

(Visited 245 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!