4863: Dinas P3A Labuhanbatu Sosialisasikan Pola Asuh Anak Remaja Melalui Musik

Diterbitkan Tanggal: 11 / 08 / 18

Kategori: | SUMATERA UTARA, TODAY |

 

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU – Diikuti ratusan siswi SMKN 3 Rantau Utara, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Labuhanbatu bersama Pecinta Musik Rumahan (PMR) melakukan sosialisasi pola asuh anak remaja melalui musik dengan tema diskusi musikal pola asuh anak dan stop kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan ini adalah rangkaian dari program guna pencapaian kabupaten layak anak dan ramah anak yang telah tercapai keberhasilan nya beberapa waktu lalu di tandai dengan penerimaan 3 (tiga) penghargaan layak anak dan ramah anak dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI.

Dihadapan ratusan siswi yang mengikuti diskusi tersebut kabid perlindungan hak perempuan dan perlindungan anak Hj.Tuti Noprida Ritonga, SSi., App., MM. menjelaskan kegiatan seperti ini telah menjadi rutinitas dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai bentuk perhatian pemkab labuhanbatu terhadap kondisi masyarakatnya.

“Giat seperti ini sekarang telah menjadi agenda rutin dinas P3A, sebagai bentuk keperdulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat dalam hal ini perempuan dan anak.yang mana hingga hari ini kita telah mengunjungi 18 sekolah tingkat SLTP,SMA,SLTA dan SMK. Yang ada di labuhanbatu, dengan menggandeng Penikmat musik rumahan yang perduli dengan kondisi anak dan perempuan”.

Lebih jauh Tuti Noprida mengajak kepada yang berhadir “Save Our Sister, ayo bangkitkan rasa berani kita untuk melawan hal hal yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, jangan takut karena dengan keberanian kita semua itu dapat terhindar.

Melalui diskusi ini Tuti Noprida berpesan kiranya para siswi dapat membentengi diri dari tindak kekerasan dan pelecehan,

“Kepada adik adik semua,kalian adalah calon ibu yang bakal melahirkan anak anak generasi penerus bangsa ini, jika kalian kuat dan berani maka bentuk kekerasan

dan pelecehan tidak bakal terjadi terhadap diri kalian,mari bentengi diri kita dengan ilmu ilmu dan pengalaman agar diri kita terhindar dari hal hal yang tidak kita inginkan”.

Dari itu dengan hadirnya kami disini bertujuan memberikan pembekalan ilmu kepada kalian tentang apa dan bagaimana seharusnya kalian bersikap dalam kehidupan sehari hari.semoga ini dapat bermanfaat dan kalian dapat menjadi pemanjang lidah kami untuk menyampaikan hal ini kepada keluarga dan lingkungan

Karena ini sangat lah penting,mengingat betapa bahanya sebab akibat bilah kekerasan dan pelecehan itu menimpah para perempuan dan anak anak. Tutup Tuti Noprida.

Sementara dalam sesi yang sama Maya Manejer/ pemateri grup band pecinta musik rumahan dalam materinya menyampaikan Stop kekerasan terhadap perempuandan anak.

“Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak, mari bersama kita perangi para pelaku kekerasan dan predator anak.kenalilah ciri ciri pelaku dan tindakanya. Laporkan dan jangan takut jika kita melihat terjadinya tindak pelecehan dan kekerasan baik itu menimpa diri kita atau orang lain di sekitar kita.kami siap membantu sampai mana juga untuk memberikan efek jerah bagi pelaku”. Ucap Maya.

Dalam materinya maya juga memperkenalkan ciri ciri pelaku kekerasan, Apa itu kekerasan dan bentuk tindakanya.

Di lokasi yang sama Kepalasekolah  SMKN 3 rantau utara Isdayanti, S.Pd. Mengucapkan ribuan terima kasih atas perhatian pemkab labuhanbatu terhadap Sekolah yang di pimpinnya, dirinya berpesan kepada para siswinya untuk menghindari perilaku dan sifat yang dapat memancing niat pelaku baik dari sikap dan cara berpakaian.

Sementara seorang siswi yang sangat antusias mengikuti acara tersebut Indah Wulandari (16) siswi kelad 11 Tata busana menyatakan bahwa dirinya sangat senang dengan kegiatan seperti ini.

“Ya kak, saya merasa sangat senang dengan kegiatan ini, saya merasa dihargai keberadaan saya sebagai perempuan.  Terima kasih buat Pemkab Labuhanbatu dan kakak dari PMR karena telah memberikan perhatian ini kepada kami. Insya Allah, ini akan saya terapkan dalam diri pribadi saya dan akan saya terapkan pula untuk keluarga dan lingkungan saya”.

Ditambahkannya, “Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Teruslah berjalan hingga kondisi perempuan di Labuhanbagu betul-betul kondusif, sebagai bentuk apresiasi, saya siap diikutsertakan apabila ada kegiatan seperti ini”. Ucap Indah penuh semangat.

Rangkaian acara tersebut di isi dengan pemaparan materi yang di iringi alunan musik dan lagu menfidik yang diakhiri  foto bersama para siswi SMKN dengan Dinas P3A labuhanbatu yang di wakili Tuti Noprida, Personil grup band musical penikmat musik rumahan dan para guru.

Dari data yang di himpun para personil band ini adalah generasi muda yang sangat peduli dengan kondisi perempuan dan anak yang mana dalam aksinya tidak jarang menggunakan biaya kantong sendiri,dan kini keberadaan mereka di gandeng oleh dinas P3A labuhanbatu,

Adapupun Personil tersebut terdiri dari vokalis Oleh Ibas, Basisst Maulana Guitarist Iskandar dan rido, drumer Zulhansyah, Backing vokal inka mutiara, penanggung jawab Juara,dan manejer/ pemateri Maya. Mereka aktif di musickal stop kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak tahun 2014. Yang mana terinspirasi dari salah satu band jakarta yang bernama Simponi. [Rahmad]

         

(Visited 226 times, 1 visits today)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!